Makalah Seputar Marketplace
Makalah Ini diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah :
Pengembangan dan Implementa
Dosen Pengampu : Endang Kurniawan S.Kom., M.M. CEH, CHFI, CIPM.
oleh :
Muhammad Saiful Anas (4114081)
PROGRAM S1 SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM JOMBANG
2015/2016
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Marketplace ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas Pengembangan dan Implementa dengan judul "Makalah Seputar Marketplace". Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa diperbaiki.
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Tahun 2015 sepertinya adalah tahun yang menandakan banyak bermunculannya startup yang bergerak di industri e-commerce. Marketplace merupakan salah satu konsep bisnis yang digunakan oleh para e-commerce tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengenal apa itu marketplace.
Marketplace memiliki konsep seperti pasar tradisional yang seakan-akan berada di internet. Pemilik marketplace memiliki peran sebagai pihak yang mempertemukan antara penjual dengan pembeli pada website mereka.
Beberapa situs e-commerce seperti Blibli dan Blanja merupakan contoh situs yang mengkurasi penjualnya. Adapula yang bebas membuka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi penjual, seperti elevenia, Tokopedia, dan Bukalapak. Model seperti inilah yang disebut dengan marketplace.
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian Marketplace
E-Marketplace merupakan media online berbasis internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara pembeli dan penjual. Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan bagi supplier/penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk/jasa mereka
E-MarketPlace merupakan model E-Business yang berhubungan dengan penjual dan pembeli (seller & buyer). E-MarketPlace di Indonesia merupakan salah satu media penggerak ekonomi nasional dalam rangka menghadapi era globalisasi. Untuk itu, perlu dikembangkan E-MarketPlace yang teratur, wajar dan efisien.
Pada umumnya E-MarketPlace yang efisien dapat meningkatkan iklim investasi di perusahaan dan memudahkan arus input output barang. E-MarketPlace yang kami rancang ditujukan sebagai gambaran khusus dari E-MarketPlace, dimana penjual dan pembeli dikhususkan dibidang transaksi barang dagangan. Jadi sistem yang dibuat digunakan sebagai perantara Businees to Business (B2B).
- Evolusi Marketplace
Di dalam dunia maya, secara prinsip, e-Marketplace berkembang melalui empat tahapan evolusi berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh Warran D. Raisch. Keempat tahapan evolusi tersebut masing-masing adalah: Commodity Exchanges, Value-Added Services, Knowledge Networks, Value Trust Networks.
- Commodity Exchanges
Awal terbentuknya sebuah E-Marketplace adalah dimana terdapat berbagai pihak atau entiti yang memiliki tujuan utama dalam berdagang.
Sifat komoditas yang paling cocok diperdagangkan dalam E-Marketplace adalah produk atau jasa. Alasannya adalah karena selain sesuai dengan karakteristik transaksi dagang yang cepat dan berjangka pendek, barang-barang komoditas ini mudah sekali menentukan harganya sehingga tidak sulit jika dipertukarkan secara internasional (dengan memakai standar pembayaran semacam kartu kredit dan transfer bank).
- Value-Added Services
Evoulusi selanjutnya dari E-Marketplace adalah akan terbentuknya sebuah tempat dimana terciptanya sebuah bentuk-bentuk penawaran baru terhadap metode jual-beli yang sudah ada di suatu pasar konvensional. Filosofi utama yang mendasari jenis perdagangan ini adalah suatu pandangan yang mengatakan bahwa setiap konsumen (atau calon pembeli) adalah unik, sehingga mereka sebenarnya mengharapkan untukmemperoleh atau dapat membeli produk atau jasa yang khusus sesuai dengan kebutuhan atau kesukaan masing-masing individu. Dengan kata lain, perusahaan harus mampu menghasilkan dan menawarkan produk atau jasa yang dapat di‑ tambahsulam-kan (tailor made) sesuai dengan keinginan unik pelanggan. Selain variasi produk yang dapat disesuaikan, harga, cara pengiriman, lama garansi, jenis asuransi, dan hal-hal lain pun dapat dipilih sesuka hati konsumen. Di e-Marketplace, hal ini sangat mudah dilakukan karena banyak sekali aspek-aspek penciptaan produk atau jasa yang dapat dengan mudah di-digitalisasi-kan. Semakin hal serupa tidak dapat dilakukan di pasar konvensional, semakin besar value added yang ditawarkan oleh e-Marketplace.
Industri dengan produk -produk yang dapat di - digital-kan merupakan primadona di e-Marketplace ini seperti: media dan publikasi, musik dan rekaman, hiburan, kurir, dan lain sebagainya
- Knowledge Networks.
Evolusi ketiga dari E-Marketplace adalah sebuah perkumpulan yang berbasiskan pengetahuan. Dalam hal ini hal yang menjadi titiknya adalah sumber daya manusia dengan kompetensi dan keahlian yang beragam. Interaksi antara perusahaan dengan mitra bisnis, stakeholder (yang berkepentingan), dan konsumen merupakan tidak hanya merupakan sebuahkomunikasi pasif belaka, namun di dalamnya terkandung aspek-aspek pengetahuan yang secara sadar atau tidak saling dipertukarkan. Lihatlah bagaimana dengan hanya berbekal fasilitas browsing dan situs-situs portal, seseorang yang sangat awam di bidang tertentu dalam waktu singkat dapat memiliki berbagai referensi berharga berkualitas tinggi untuk dipelajari. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa hanya dengan berbekal email dan situs (homepage), seorang individu dapatmengembangkan bisnis dengan berbagai sumber daya data dan informasi yang telah tersedia gratis di internet. Di samping itu, perusahaa n pun dapat “belajar” banyak dari perusahaan-perusahaan lain, baik yang merupakan mitra bisnis atau pun para pesaingnya. Konsumen pun menjadi bertambah “pintar” karena hampir tidak ada lagi hal yang dapat disembunyikan oleh para penjual produk atau jasa. Hampir tidak ada lagi produk atau jasa dengan kualitas buruk yang mampu bertahan lama di pasaran karena konsumen akan “diberitahu” oleh sumber-sumber lain melalui internet mengenai produk atau jasa yang buruk mutunya tersebut. E-Marketplace ini secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas perdagangan di dalam kehidupan manusia, karena sudah tidak ada lagi yang dapat dikelabui atau “dibodohi” oleh siapapun. Setiap tawaran, ajakan, data, maupun informasi dapat dengan mudah dicek kebenarnnya di internet.
- Value Trust Network
Evolusi terakhir dari E-Marketplace adalah value trust network. Evolusi terakhir dari e-marketplace ini merujuk pada sebuah jaringan yang merupakan bertemunya berbagai individu, komunitas, institusi, perusahaan, bisnis, pemerintah, negara, dan entiti lainnya. Sebuah workgroup akan terbentuk di dalam sebuah dunia maya dengan berbagai dan bermacam-macam kepentingannya masing-masing. Interaksi ini akan terwujud jika jaringan dari sebuah marketplace dapat dipercaya dalam konteks ini adalah security yang aman. Berbagai prasyarat yang harus dipenuhi oleh e-Marketplace untuk menuju kepada lingkungan tersebut di antaranya adalah: faktor keamanan dalambertransaksi, jaminan privasi dalam berkomunikasi, adanya standar pertukaran informasi antar institusi yang disepakati, dan berlakunya hukum dunia maya yang efektif
- Komponen Marketplace
Komponen dari sebuah marketplace hampir sama dengan komponen pada pasar tradisional pada umumnya, yang paling penting agar terjadinya sebuah transaksi adalah dengan adanya calon penjual dan pembeli. Disini akan diuraikan beberapa komponen yang menunjang sebuah marketplace itu sendiri, yaitu:
- Pelanggan
Pelanggan berasal dari seluruh dunia, yang surf melalui Web.
- Penjual
Jutaan toko ada di Web, iklan dan menawarkan barang yang sangat bervariasi.
- Barang dan jasa
Barang dan jasa di EC mempunyai tipe fisik dan digital. Digital produk ini adalah barang yang dibuah menjadi format digital dan di kirim melalui Internet.
- Infrastruktur
Network, hardware, software dan lainnya adalah infrastuktur yang harus disiapkan dalam menjalankan e-marketplaces.
- Front end
Penjual dan pembeli berhubungan dalam marketspace melalui sebuah front end. Front end ini berisi portal penjual, catalok elektronik, shopping chart, mesin pencari, mesin lelang,
- Back end
Aktivitas yang berhubungan dengan pemesanan dan pemenuhan pemesanan, manajemen persediaan, pembelian dari pemasok, akuntansi dan financial, proses pembayaran, pengepakan, dan pengiriman dilakukan di back end.
- Intermediaries
Pihak ke tiga yang mengoperasikan antara penjual dan pembeli. Kebanyakan dioperasikan secara komputerisasi.
- Partner bisnis lainnya
Misalnya pengiriman, menggunakan internet untuk berkolaborasi, kebanyakan dengan rantai pemasok
- Jasa pendukung
Jasa sertifikasi, jasa keamanan biasanya masuk dalam jasa pendukung.
- Tipe E-Marketplace
- Private e-marketplaces
Biasanya dimiliki oleh perusahaan perorangan. Sebuah perusahaan akan menjual produk baik secara customization atau standard. Misalnya : Cisco. Ini lebih mirip seperti sebuah B2C storefront. Bentuk ini sering disebut one to many, satu penjual ke banyak pembeli atau Sell Side e-marketplaces
Sedangkan jika sebuah perusahaan membeli dari banyak pemasok, tipe ini disebut many to one,
banyak penjual ke satu pembeli atau Buy Side e-marketplaces. Misalnya Rafless Hotel membeli kebutuhan dari banyak pemasok
- Public e-marketplaces
Biasanya pasar B2B. Mereka dimiliki oleh pihak ketiga yang menjual atau membeli perusahaan (consortium) dan mereka melayani banyak penjual dan banyak pembeli. Pasar ini sering kita ketahui dengan sebutan exchange (misalnya stock exchange, Bursa Efek).
Mereka mengumumkan ke public dan diatur oleh pemerintah atau pemilik exchange.
- Keuntungan Marketplace
Situs marketplace di Indonesia bisa begitu popular karena mepunyai kelebihan – kelebihan sebagai berikut yaitu :
- Biaya Rendah
Karena bentuknya marketplace, maka pemilik e-commerce dapat memangkas pengeluaran untuk menyediakan gudang beserta stafnya, dan biaya logistik. Stok barang yang akan dijual sepenuhnya berada di tangan penjual dan merekalah yang akan mengirimkannya kepada pembeli.
Marketplace kemudian dapat mengerahkan sumber dayanya untuk mengembangkan infrastruktur. Misalnya meningkatkan kecepatan mengakses situs, atau menambah server untuk menanggulangi adanya ledakan pengunjung.
- Pilihan Produk Yang Luas
Keuntungan lain dari model ini adalah, dengan biayanya yang rendah, marketplace bisa memiliki pilihan kategori produk yang sangat luas. Dengan jangkauan kategori produk yang lebih luas, maka demografis pembeli pun juga akan lebih luas dan bervariasi.
Semakin luasnya segmen pembeli, maka diharapkan traffic yang datang menjadi lebih besar. Misalnya saja sebuah marketplace menyediakan berbagai macam produk—dari produk kecantikan, susu bayi, pakaian olahraga, sampai elektronik. Maka, marketplace tersebut mampu untuk menyasar seluruh kalangan.
- Meningkatkan traffic secara cuma- Cuma
Pemilik marketplace saya rasa tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mempromosikan startup miliknya (terutama bagi yang masih bootstrap). Apabila jumlah penjual bertambah banyak, maka ada kemungkinan mereka juga akan mempromosikan toko dan barang yang mereka jual di marketplace tersebut.
Artinya, pelanggan yang biasa membeli secara offline atau melalui media sosial toko tersebut (Instagram, Facebook, atau BBM) dapat beralih ke situs marketplace tempat toko mereka berada. Ini dapat menjadi salah satu strategi e-commerce marketplace untuk mendongkrak traffic.
- Menguntungkan Penjual
Penjual yang menjadi pengguna e-commerce marketplace ini juga diuntungkan. Mereka tidak perlu menghabiskan waktu dan sumber daya untuk membuat situs atau toko online pribadi. Mereka juga tidak perlu mencari pelanggan dari nol, karena potensi pelanggan mereka adalah jumlah pengunjung marketplace tersebut.
Penjual hanya perlu menyediakan foto produk, mengunggahnya ke marketplace tersebut, dan melengkapinya dengan deskripsi produk. Kemudian, jika ada yang membeli produk tersebut, penjual akan diberi notifikasi oleh sistem dari marketplace yang ia gunakan.
- Mempermudah Pembeli
Dengan jangkauan produk yang luas maka e-commerce marketplace pun selayaknya menyediakan berbagai fitur seperti membandingkan produk maupun filter yang dapat mengurutkan harga produk sejenis. Selain fitur tersebut, ada juga ulasan dari pembeli lainnya tentang penjual atau produk yang dapat dijadikan acuan untuk bertransaksi.
Kehadiran fitur-fitur tersebut jelas mempermudah pembeli dalam memilih produk dengan harga, kualitas, dan keamanan terbaik.
- Kekurangan Marketplace
- Banyaknya para pedagang bahkan dengan jenis dagangan yang sama membuat marketplace sebagai wadah persaingan terbuka antar penjual. Hal ini mungkin akan membuat barang yang anda tawarkan sulit terjual. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan cara berikut. Manage-lah akun jual-beli anda dengan baik. Management akun marketplace yang baik seperti pelayanan fast response, jujur dan detail dalam memberikan deskripsi produk serta ramah dalam pelayanan.
- Banyaknya pedagang juga meminimalisir promosi produk Anda secara terfokus. Karena semua pedagang akan berebutan untuk Iklan. Fitur searching pun tidak hanya berfokus pada produk kita saja. Pembeli dapat dengan mudah beralih ke produk lain karena banyaknya produk yang ditampilkan dari berbagai penjual.
- Keberlangsungan roda penjualan dan pembelian di marketplace sangat bergantung pada pengelola. Bisa saja situs tersebut tutup atau membuat kebijakan baru yang merugikan Anda sehingga dengan sistem ini memang penjual tidak memiliki kuasa penuh. Dan yang terkenal pun adalah situs tersebut, bukan produk Anda. Anda tidak dapat memperkuat branding produk Anda jika menggunakan sistem ini
Daftar Pustaka
Jurnal Ayi Ginanja - Unikom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar